Judi Poker Domino 99 Online Agen Poker Domino QQ Online

Agen Poker Domino QQ Online Agen Judi BandarQ Poker Domino Online Indonesia

Agen Togel Nasional Online cyber303.com

Bandar Poker BandarQ Online ituPoker Judi Poker Domino 99 Online

Bola168 Agen Judi Bola, Bandar Bola, Agen Bola, Sbobet, Ibcbet , Piala dunia 2018 Hdpbet.com agen judi online, bandar judi online, Togel Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Bandar Sakong RGOBET

PAMANTOGEL Senior Bandar Togel Online Terpercaya + 14 Permainan LIVE CASINO Space Iklan

Cerita Sex Boncengan Membawa Nikmat

Discussion in 'Cerita Dewasa' started by mayaak, Sep 13, 2018.

  1. mayaak

    mayaak Member

    [​IMG]

    Cerita Sex Boncengan Membawa Nikmat – Malam itu seusai rapat organisasi, aku segera menstart motorku untuk pulang. Rasanya pengin sekali segera sampai di rumah, makan, lalu tidur. Tetapi baru saja sampai di gerbang depan kampus seseorang menyapaku, dan ketika aku toleh arah suara itu ternyata Rini, anak fakultas ekonomi. Ngapain anak ini sendirian di gerbang?
    “Belum pulang, Rin?”
    “Belum Den, habis nungguin bis lewat, lama amat.” Jawabnya sambil berkedip-kedip genit.
    “Bis lewat ditungguin, gue antar deh?”
    “Bener situ mau nganterin?”
    “Yah, pokoknya nggak gratis. Situ tau sendiri deh.” Ujarku menggoda.
    “Ah, bisa aja.”

    Rini mencubit kecil pinggangku lalu segera naik ke boncengan. Tangannya melingkat erat di pinggangku, lalu melajulah motor di ramainya jalanan. Lama-kelamaan si Rini malah menempelkan dadanya di punggungku. Tau nggak, rasanya benar-benar empuk dan hangat. Wuih, terasa bener kalau dia nggak pake beha. Sebagai laki-laki normal, wajar dong kalo batang penisku tiba-tiba menegang.
    “Den, gimana kalo kita mampir ke taman kota? Aku dengar ada dangdutan di sana.” Bisik Rini dekat di telinga kiriku.

    “Seleramu dangdut juga ya?”
    Rini kembali mencubit pinggangku, tapi kemudian mengelus-elus dadaku. Tengkukku mulai merinding. Ada maunya nih anak, pikirku waktu itu. Mungkin aku sedang dihadapkan salah satu ayam kampus, nih. OK, siapa takut!

    Aku segera membelokkan sepeda motor ke taman kota. Lalu mencari tempat yang agak remang tapi cukup strategis untuk menikmati isi panggung yang terletak di tengah taman kota itu. Panggung yang kira-kira berukuran 6×6 meter itu tampak meriah dikelilingi ratusan pengunjung. Irama dangdut menggema memekakkan telinga.

    “Den, sini dong? Sini, duduk sama aku.”
    Aku duduk di belakang Rini yang masih duduk di boncengan motorku. Gadis itu nampaknya asyik benar mengikuti irama dangdut. Sedang aku lebih tertarik memelototi tubuh penyanyinya dibanding suaranya yang menurutku biasa saja.

    Beberapa orang penyayi bergoyang hot membangkitkan gelora birahi para pria yang memandangnya, termasuk aku. Pandanganku beralih kepada Rini. Sayang aku hanya bisa memandang ubun-ubunnya saja. Aroma wangi menebar dari rambutnya yang bisa dibilang bagus, aroma yang eksotik. Kalau saja ada kesempatan, desahku.

    “Den, kok diam saja? Belum pernah lihat orang goyang ya?”
    “Bukannya gitu, cuman gila aja mandang tuh cewek. Berani bener joget kayak gitu,”
    “Ah, segitu saja. Coba kemarikan tanganmu!”
    Aku mengulurkan tangan kananku. Astaga, gadis itu memasukkan tanganku di balik bajunya sehinga tanganku benar-benar bisa merasakan kegemukan dadanya. Keringat dinginku tiba-tiba merembes, dadaku bergemuruh.

    “Rin, apa-apaan kamu ini?” Ujarku lirih tanpa menarik kembali tanganku.
    “Kamu nggak suka ya?” Tanya Rini kalem.
    “Engh.. Bukannya begitu..anu” Jawabku tergagap.
    “Aku tau kamu suka. Aku juga suka Den, jadi nggak ada masalah kan?” Kata Rini menoleh ke padaku.
    “I..iya sih.”

    Videonya

    Film Bokep

    Sumber
     

Share This Page



1gpoker